23.5.13

Menunggu


Menunggu? Aku dah biasa menunggu... Dibesarkan dan membesar dalam situasi menunggu... Masa aku kecil-kecil dahulu, aku diajar menunggu abah ketika pulang sekolah... Tapi bila aku mulai resah mungkin abah tak kunjung, perlahan-lahan aku mula melangkah... Ahhh!!! Pulang sendiri hari ini... Dalam tidak jauh melangkah, hati masih berharap... Harap-harap abah sampai untuk menjemput pulang... Kadang-kadang tu, baru separuh perjalanan, abah muncul... Kadang-kadang jugak, tak muncul... Bermakna aku harus berjalan sendiri sampai ke rumah... Namun, esok... Hati aku masih terbagi dua... Menunggu abah datang atau tidak datang... Sebabnya, menunggu tu buat aku berharap pada harapan yang ada...

Bila umur menginjak remaja... Aku masih terus-terus diasak dengan menunggu... Pun pulang sekolah... Kali ini bukan menunggu abah... Yang ditunggu adalah kenaikan ketika itu... Bas... Mersing-Endau... Bahana menunggu, sampai aku kehilangan sebahagian usia awal remaja aku di Stesen Bas Mersing... Pun aku tetap sabar menunggu... Tak pernah tak betah... Sebab aku tahu bas yang aku tunggu itu pasti datang juga... Seharian pun tidak mengapa... Biarlah aku akhirnya bersesak bersama si penunggu-penunggu yang lain... Sebabnya, menunggu itu, buat aku berharap pada harapan yang ada... 

Tunggu dan terus tunggu... Hanya untuk orang yang kuat hatinya... Aku juga menunggu untuk pekerjaan tetap yang dijawat sekarang... Merana menunggu... Sabarkan hati... Bersungut biarlah tuhan yang tahu... Namun hati selalu yakin pada harapan hari esok... Kalau tak muncul esok pasti ada esok... Dan esoknya lagi... Hanya perlu bersabar disamping meraih apa sahaja pengisian hari-hari yang dilalui sebagai pengalaman yang mendewasakan... Sabar menunggu... Sebabnya, menunggu itu, buat aku berharap pada harapan yang ada....

Kehidupan tidak asing dari menunggu... dari sekecil kecil sehinggalah sebesar-besar penungguan... Bangun pagi, kadang-kadang menunggu giliran ke bilik mandi... Menunggu lampu hijau dijalan raya... Menunggu giliran mengetik kad perakam waktu... Menunggu giliran bersarap di gerai-gerai... Menunggu untuk membayar... Menunggu jam 5 untuk pulang... Kemudian bersesak menunggu kesesakan trafik... Menunggu masuknya fardhu yang lima... Menunggu bulan ke bulan.... Menunggu tahun ke tahun... Menunggu dan terus menunggu sehingga mati... Sebabnya, menunggu itu, buat aku berharap pada harapan yang ada...

Kamu... Menunggu kamu... Tanpa harus aku bersungut... Sabar dan terus menunggu... Harapannya ada dua... Kamu datang atau kamu tidak... Kamu lewat atau berlalu terus... Soalnya aku akan tunggu... Aku jenis manusia yang biasa dengan menunggu... Sabar dalam hati aku... Biar nampak baran dari luarannya...Usah risau... Sebabnya, menunggu itu, buat aku berharap pada harapan yang ada....

No comments:

Post a Comment